A
S
Sabtu, 16 Mei 2026
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
(QS Ar-Rum : 21)
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i serta kerabat sekalian untuk menghadiri acara pernikahan kami:
Jumat, 15 Mei 2026
Pukul : 08.00 WIB
Tempat : Kediaman Mempelai Wanita
Ds. Sebelitak Kec. Teluk Keramat Kab. Sambas
Sabtu, 16 Mei 2026
Pukul : 09.00 WIB – Selesai
Tempat : Kediaman Mempelai Wanita
Ds. Sebelitak Kec. Teluk Keramat Kab. Sambas
Awal Kisah Kami
Takdir mempertemukan kami bukan di bangku sekolah, bukan pula di tempat kerja, melainkan lewat orang ketiga yaitu Tantenya.Kisah ini bermula dari obrolan ringan antara mereka lalu menjadi benih yang tak terduga. Rupanya, cerita-cerita itu memantik rasa penasaran di hatinya. Tak butuh waktu lama, sebuah notifikasi muncul di layar ponselku. Jujur saja, awalnya aku merasa ilfeel, namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari sesuatu yang mengejutkan: setiap kriteria “jodoh impian” yang pernah aku langitkan dalam doa, perlahan-lahan muncul pada sosoknya, hingga prinsip hidupnya seolah menjawab semua pencarianku selama ini. Kami pun memutuskan untuk berkomitmen.
Jarak di Antara Dua Kota*
Namun, takdir menguji kami dengan jarak. Aku harus menetap di Pontianak untuk menyelesaikan kuliahku, sementara dia menempuh studinya di Sambas.
Jarak terasa begitu lebar karena kami hanya bisa bertemu saat libur semester tiba. Ponsel menjadi satu-satunya jembatan untuk saling berkomunikasi untuk asupan semangat harian. Pertemuan yang jarang itu justru membuat setiap detiknya menjadi sangat berharga. Kami belajar tentang kepercayaan, kesabaran, dan arti sebuah penantian yang sebenarnya.
Akhir dari Penantian
Setelah perjuangan menyelesaikan skripsi dan meraih gelar sarjana, kami sepakat bahwa masanya sudah cukup. Kurang lebih 4 tahun bersama, kami tidak ingin lagi hanya bertemu saat libur semester. Begitu studi kami tuntas,dan mendapatkan pekerjaan tanpa keraguan sedikit pun, kami memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih sakral. Perkenalan yang dimulai dari perjodohan itu kini berlabuh di pelaminan, membuktikan bahwa jarak hanyalah angka ketika dua hati sudah menemukan rumahnya.
A
S
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya, kami mengucapkan terima kasih.
Kami yang berbahagia,