THE WEDDING OF
Andi & Novi
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
(Qs. Ar-Rum : 21)
Judul: First Kill, Last Love
2021 – Land of Dawn
Awalnya cuma random match. Aku pakai claude, dia pakai Angela. Kamu dive ke war, darah tinggal setengah, tiba-tiba ada boneka nyantol di badan: “Hai, aku heal kamu ya”.
Match itu menang tapi seru
Sejak itu tiap malam jadi jadwal mabar. Lose streak bikin emosi, win streak bikin nagih. Yang paling nagih: suara Novi di voice chat, ketawanya lepas pas kamu malah fliker ulti ke tembok.
Pindah ke Facebook
Suatu malam, abis kalah gara-gara feeder, aku nge-chat ke fb nya, kita berkenalan lebih lanjut dan sering chtan di masangger dan lanjut ke whatsapp kita sering chatingan
Sekarang
Dari first kill bareng di mid lane, sampai last chat tiap jam 11 malam sebelum tidur. Dari “cover aku!” jadi “aku cover kamu ya, di real life.”
Mobile Legends yang nemuin kami, Facebook yang bikin kenal. WhatsApp yang bikin dekat.
Judul: 4 Jam Kaki, Selamanya Hati
21 Juli 2021 – Hari Pertama Tatap Mata
Setelah berbulan-bulan cuma ketemu di Land of Dawn, Facebook, dan WhatsApp, akhirnya kalian jadian tanpa janjian. Janjinya cuma: “Ketemu ya, ke Curug 9.”
Perjalanan ke Curug 9 nggak main-main. 4 jam jalan kaki. Keringat, napas ngos-ngosan,
Sampai di air terjun, semua capek kebayar. Airnya dingin, pemandangannya indah
Status: Tanpa Nama, Tapi Nyata
Pulang dari Curug 9, nggak ada yang nembak, nggak ada kata “pacaran”. Tapi tiap malam tetap chtingan. Tiap ada masalah, larinya ke chat
LDR Bengkulu – Ulok Kupai vs Padang Jaya
Aku di Pagardin, Ulok Kupai. Dia di Tambak Rejo, Padang Jaya. Kebayang jaraknya: kalau mau ketemu harus niat banget. Jadi ya udah, ketemu paling 1 bulan sekali
LDR Antar Pulau – Jakarta vs Bengkulu
2022, aku ke Jakarta. Dia tetap di Bengkulu. LDR naik level: beda pulau, beda waktu tidur karena kamu kerja shift. Chtingan cuma bisa sebelum aku kerja dan
Yang Kami Pegang
Nggak ada kata “pacaran”. Tapi ada 4 jam jalan kaki yang dilewatin bareng.
Nggak ada janji manis tiap hari. Tapi ada 1 tahun LDR antar pulau yang kalian tahan.
Nggak ada “aku tembak kamu”. Tapi ada “aku tunggu kamu” yang nggak pernah putus.
Dari first kill di ML, first chat di FB, first call di WA, sampai first step bareng ke Curug 9.
Bab Terakhir: Rintik yang Jadi Saksi
September 2025
Kita bertemu di bengkulu setelah jalan2, Obrolan ngalor-ngidul sampai akhirnya aku nembak, tapi bukan nembak “mau jadi pacar”.
“Dek tanggal 25 November nanti pas ulang tahun kamu… kita lamaran ya?”
Dia diem. Terus senyum, pelan banget.
“Iya. Aku mau.”
Sederhana. Nggak ada bunga, nggak ada flashmob. Tapi itu “iya” yang aku tunggu sejak Curug 9, sejak LDR Ulok Kupai–Padang Jaya, sejak Jakarta–Bengkulu.
Kendala Tanggal
Pas dicek kalender, 25 November 2025 jatuhnya hari Selasa. Bukan tanggal merah, keluarga susah ngumpul. Kalian mikir bareng: “Mau maksa tanggal cantik, apa mau milih hari yang semua orang bisa datang?”
Akhirnya sepakat. Maju 3 hari. Sabtu, 22 November 2025. Biar semua yang sayang kami bisa jadi saksi.
22 November 2025 – Hari Lamaran
Langit Tambak Rejo mendung dari pagi. Pas acara mulai, rintik hujan turun pelan. Nggak deras, nggak ganggu. Kayak semesta ngerti: ini air mata bahagia yang telat 4 tahun.
Aku datang bawa cincin, bawa seserahan, bawa semua capek LDR 1 tahun antar pulau. Dia nyambut pakai kebaya,
Nggak ada kata “pacaran” dari awal sampai akhir. Langsung ke “lamaran”.
Nggak ketemu tiap minggu. Tapi sekali ketemu, langsung selamanya.
Dari match random di ML 2021.
Lewat jalan kaki 4 jam ke Curug 9 tanggal 21 Juli 2021.
Kuat LDR Pagardin – Tambak Rejo, Jakarta – Bengkulu.
Sampai rintik Sabtu, 22 November 2025, yang ngiket janji
Dan hujan sore itu jadi tepuk tangan paling merdu.
Akad Nikah
Minggu, 17 Mei 2026
Pukul : 09:00 WIB
Kediaman Mempelai Wanita
Desa Tambak Rejo, RK 7, Kecamatan Padang Jaya
Doa restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami, dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih, Anda dapat memberi kado secara cashless.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya, kami mengucapkan terima kasih.