10. 06. 2026
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu
rasa kasih dan sayang.”
QS Ar-Rum 21
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i serta kerabat sekalian untuk menghadiri acara pernikahan kami:
Putra Kedua dari Bapak Moh Wahid Hasyim
& Ibu Siti Nuraini
Putri Pertama dari Bapak Endang Minta
& Ibu Ika Sartika
Cigarehong, Perkebunan Cianten, Desa Purwabakti,
Kec. Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810
Cigarehong, Perkebunan Cianten, Desa Purwabakti,
Kec. Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810
Sebuah Perjalanan Pulang
Banyak yang berkata bahwa jatuh cinta adalah hal yang sederhana. Namun, tetap saling memilih di tengah badai, menjaga di saat rapuh, dan bertahan ketika dunia meminta menyerah, itulah cinta yang sesungguhnya.
Tentang Pilihan
Jika perjalanan ini harus diceritakan dari awal, mungkin tak akan selesai dalam sekali ucap. Sebab bagi kami, cinta bukan sekadar tentang pertemuan, melainkan tentang memilih tetap tinggal saat banyak alasan untuk pergi.
Kami hanyalah dua manusia biasa, dengan segala kurang dan rapuhnya, yang terus belajar saling menjaga. Dalam setiap musim, kami percaya takdir mempertemukan bukan hanya untuk singgah, tetapi untuk saling menguatkan.
Ujian & Bukti
Perjalanan ini tidak hanya dipenuhi bahagia, tetapi juga air mata, ragu, dan waktu yang menguji keyakinan. Ada saat langkah terasa berat, namun cinta selalu menemukan jalan untuk menguatkan.
Kami bertahan bukan karena semuanya mudah, melainkan karena doa yang tak putus, hati yang tetap memilih, dan keyakinan bahwa setiap luka akan bermuara pada restu.
Takdir & Keyakinan
Kami mengerti, tidak semua jalan berjalan mudah, dan tidak setiap doa dijawab secepat harapan. Namun di setiap jeda, kami belajar percaya pada Sang Maha Cinta—yang selalu tahu ke mana hati harus pulang.
Kami meyakini bahwa takdir terbaik selalu menemukan jalannya. Kini, dengan penuh syukur, kami menantikan hari sakral ketika dua jiwa dipersatukan dalam satu ikatan suci.
Menuju Hari Itu
Sebentar lagi, kisah ini akan melangkah ke babak baru, saat dua perjalanan menjadi satu tujuan, dan dua hati berjalan bersama dalam naungan cinta-Nya.
Doakan kami, agar setiap langkah ke depan selalu dipeluk oleh lembutnya takdir, dikuatkan oleh kasih Sang Maha Cinta, dan diberkahi kebahagiaan yang tak lekang oleh waktu
Bait Akhir Doa Lirih Kami
Pernah ada masa kami saling menguji,
Saat kecewa hadir dan ingin rasanya tak menoleh lagi. Namun hati ini terlanjur saling meluruh dan menenangkan,
Selalu ada pelukan yang siap menyambut pulang, meski tanpa diminta.
Kata mereka, cinta sejati adalah yang paling rapuh untuk disakiti. Dan nyatanya, kami telah membuktikannya. Namun dalam kebersamaan, kami selalu belajar tentang arti memaafkan. Berulang kali, tanpa jeda, tanpa menuntut balas. Sebab ternyata, Rasa cinta yang kami torehkan di atas kanvas takdir ini, Jauh lebih besar dari duka yang pernah dilewati bersama. Dan sebentar lagi, di hadapan semesta dan Sang Pencipta, Sabar ini tak lagi berbatas, melainkan menjelma pondasi selamanya.
Kami saling menemukan rumah, akhir dari segala pencarian, dan bait terindah dari doa-doa yang kini menjadi nyata.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya,
kami mengucapkan terima kasih.