11. 06. 2026
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu
rasa kasih dan sayang.”
QS Ar-Rum 21
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i serta kerabat sekalian untuk menghadiri acara pernikahan kami:
Putra Pertama dari
Bapak Abdul Wahab & Ibu Titin Marlina
Putri Ketiga dari
Bapak Ceceng Kurniawan, S.Pd.M.Si.
& Ibu Dede Eti Nuryati
Tempat : Blok Rukun Wargi RT/001 RW/001. Jl. Wilangga Jaya No. 52 Desa Sukasari Kec. Cikijing Kab. Majalengka
Tempat : Blok Rukun Wargi RT/001 RW/001. Jl. Wilangga Jaya No. 52 Desa Sukasari Kec. Cikijing Kab. Majalengka
Awal Cerita
Tahun 2013 menjadi awal dari kisah yang tak pernah aku duga. Di sebuah hari biasa, saat kamu pertama kali melangkah masuk ke sekolah itu, aku melihatmu—sederhana, namun entah mengapa begitu berbeda. Saat itu aku belum tahu, bahwa pertemuan singkat itu akan menjadi awal dari perjalanan panjang kita.
Waktu pun berjalan, hingga setahun setelahnya, jarak di antara kita perlahan menghilang. Kita semakin dekat, saling mengenal, saling mengisi, hingga akhirnya memutuskan untuk menamai perasaan ini—kita menjadi “kita”.
Namun hidup tak selalu berjalan lurus. Setelah kelulusan, jalan kita sempat terpisah. Bukan karena hati yang berubah, tapi karena mimpi yang harus dikejar di arah yang berbeda. Jarak hadir, menguji rasa yang kita jaga.
Di tahun 2019, aku melangkah lebih jauh lagi—meninggalkan tanah kelahiran, pergi ke negeri seberang. Aku membawa harapan, juga namamu dalam setiap langkah. Aku pergi bukan untuk menjauh, tapi untuk kembali dengan sesuatu yang lebih berarti.
Dan benar, waktu membawa aku pulang. Di tahun 2025, aku kembali bukan sebagai seseorang yang sama—aku pulang dengan niat yang lebih pasti, untuk mengikatmu dalam sebuah janji pertunangan.
Hingga akhirnya, di tahun 2026, aku memilih satu keputusan terbesar dalam hidupku—menikahimu.
Bukan sekadar melanjutkan cerita, tapi memulai bab baru bersama, sebagai dua hati yang telah lama saling menunggu, saling menjaga, dan kini siap berjalan selamanya.
Karena sejak 2013 itu, sampai hari ini…
namamu selalu menjadi rumah yang ingin aku tuju.
Doa restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami, dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih, Anda dapat memberi kado secara cashless.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya,
kami mengucapkan terima kasih.