The Wedding Of
Sabil & Adi
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”
(Qs. Ar. Rum (30) : 21)
WITH LOVE
Putri Keempat dari
Bapak Irwansyah Bahaudin Idris (Alm.) & Ibu Laura Fauziah
Putra Kedua dari
Bapak Joko Kusworo, A.Md.Stat. & Ibu Supriyati, S.Pd.
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i serta kerabat sekalian untuk menghadiri acara pernikahan kami :
Sabtu, 27 Juni 2026
Pukul : 10.00 – 11.00 WIB
Tempat : Masjid Jami’ Rahmatan lil-‘Alamin,
Jl. Raya Bogor, Cisalak, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16416
Sabtu, 27 Juni 2026
Pukul : 11.00 – 14.00 WIB
Tempat : Masjid Jami’ Rahmatan lil-‘Alamin,
Jl. Raya Bogor, Cisalak, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16416
Pertemuan yang belum Bernama
Melalui organisasi kampus, momen ini menjadi awal pertemuan kami untuk pertama kalinya. Foto ini diambil oleh Adi, saat Sabil masih belum mengenalnya, bahkan belum menyadari bahwa kami berada dalam satu kepanitiaan yang sama.
Adi lebih dahulu menyimpan niat yang perlahan tumbuh, sementara Sabil masih melangkah tanpa mengetahui apa pun. Dari ruang yang sama, perlahan waktu mulai menuliskan awal kisah kami yang sederhana, namun tumbuh dengan cara yang tak pernah kami duga sebelumnya.
Perlahan, Waktu Membuat Kita Saling Mengenal
Begitulah cara seseorang yang hadir dengan niat untuk memperjuangkan.
Adi mulai mencari tahu tentang Sabil— menemukan jejaknya di media sosial, mengikutinya di Instagram, lalu perlahan membuka ruang percakapan. Tanpa langkahlangkah kecil itu, mungkin tak akan pernah ada cerita kami hingga hari ini.
Sementara itu, Sabil pun mulai bertanya dalam diam: siapa sebenarnya Adi? Hingga akhirnya ia menyadari bahwa Adi adalah salah satu anggota dari organisasi yang sedang ia jalani.
Awal dari Langkah yang Tak Lagi Sendiri
Ini menjadi kali pertama kami berjalan bersama. Saat itu Sabil sedang mengisi waktu bekerja sebagai voice over talent, dan Adi menjemputnya. Warung Es krim goreng yang menjadi kesukaan Sabil pun menjadi tujuan sederhana hari itu.
Namun lucunya, setelah beberapa bulan saling mengenal, Sabil masih belum berani menunjukkan wajahnya sepenuhnya, karena rasa tidak percaya diri.
Saat Wajah Itu Akhirnya Terlihat
Tiga bulan lebih waktu berjalan, kami semakin saling mengenal. Malam itu, setelah aktivitas yang panjang, Adi mengajak Sabil mengelilingi Jakarta. Seporsi mie instan menjadi teman sederhana malam itu—hangat, akrab, dan cukup untuk membuat percakapan terasa lebih hidup dari biasanya.
Siapa yang bisa menolak hangatnya kuah mie instan di tengah malam? Sabil pun tidak bisa menolaknya. Dan di momen itulah, untuk pertama kalinya Adi benar-benar melihat wajah Sabil dengan jelas, lalu tanpa sadar mengucapkan, “Cantiknya.”
Titik di Mana Rasa Tak Lagi Sederhana
Kelulusan menjadi awal dari keseriusan kisah ini. Satu tahun setelahnya, kami perlahan menyampaikan keseriusannya.
Di perjalanan itu, kami menemukan hal-hal yang sama, yang ternyata hanya bisa kami temukan dalam diri satu sama lain untuk saling melengkapi.
Menuju Selamanya
Di hari itu, kami mengikat sebuah janji — 27 September 2026.
Sebuah hubungan yang sebelumnya hanya dekat, kini resmi menjadi pertunangan—tanda bahwa perjalanan ini tidak lagi hanya tentang pertemuan, tetapi tentang komitmen untuk saling menjaga dan melengkapi.
Kini, kami melangkah menuju ibadah terpanjang dalam hidup, memulainya dengan ridho dan hati yang sama.
Sampai bertemu di hari bahagia kami…
Kirim Hadiah
Nama Penerima : Salsabila Nur Shabrina
Alamat Kirim Hadiah : Jl. Kelapa Hijau 4 No. 18 RT 05/RW 07, Perumnas 2, Parung Panjang, Kab. Bogor
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya, kami mengucapkan terima kasih.