the wedding of

Tri & Warsid

Dear,

Nama Tamu

The Wedding Of

Tri & Warsid

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”

(Qs. Ar. Rum (30) : 21)

The Wedding of

Tri &

Warsid

24. 05. 2026

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”

(Qs. Ar. Rum : 21)

Bride & Groom

Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i serta kerabat sekalian untuk menghadiri acara pernikahan kami.

Tri Apriyanti

Putri Kedua dari Bapak Pujiono

& Ibu Nurhayatun

dan

Warsid Jamaludin

Putra Kedua dari Bapak Tardi

& Ibu Karwi

Save The Date

  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Dan Kami bersyukur, dipertemukan Allah di waktu terbaik, Kini kami menanti hari istimewa kami.

Akad Nikah

Minggu, 24 Mei 2026

Pukul : 09:00 WIB

Tempat : Dk. Kalimangir RT 02/RW 03,

Desa Lerepkebumen, Kecamatan Poncowarno,

Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54393

Resepsi

Minggu, 24 Mei 2026

Pukul : 10:00 WIB

Tempat : Dk. Kalimangir RT 02/RW 03,

Desa Lerepkebumen, Kecamatan Poncowarno,

Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54393

Ngunduh Mantu

Sabtu, 13 Juni 2026

Pukul : 09:00 WIB

Tempat : Kp. Lilingir, RT 02/RW 05, Desa Cipayung,

Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Love Story

Pertemuan mereka bermula dari sebuah training APAR di tempat kerja yang dipenuhi karyawan dari berbagai divisi. Ia (wanita) datang sedikit terburu-buru, mencari tempat kosong sambil memastikan tidak ketinggalan materi. Di sisi lain, seseorang sudah datang lebih dulu, memperhatikan instruktur yang sedang menjelaskan dengan tenang.

 

Saat sesi praktik akan dimulai, peserta diminta maju satu per satu ke area simulasi. Tanpa banyak pikir, ia menoleh ke samping dan dengan spontan berkata,

“Boleh titip HP sebentar? Takut jatuh nanti pas praktik.”

Tanpa benar-benar mengenal siapa yang diajak bicara, ia hanya mengandalkan insting dan mungkin sedikit rasa percaya yang datang begitu saja.

“Oh, iya. Aman,” jawabnya singkat sambil menerima ponsel itu.

 

Momen itu sederhana, bahkan nyaris tak berarti. Tapi ketika ia kembali setelah praktik, mereka sempat saling bertatapan sedikit lebih lama dari seharusnya.

“Terima kasih ya,” katanya sambil tersenyum.

“Iya, sama-sama” balasnya.

Di akhir training, saat semua orang mulai bersiap kembali ke aktivitas masing-masing, ada jeda kecil yang terasa berbeda.

Seperti ada sesuatu yang sayang untuk dibiarkan selesai begitu saja.

“Aku… boleh minta nomor kamu?” tanyanya, sedikit ragu tapi jujur.

Ia tersenyum, kali ini lebih hangat dari sebelumnya.

“Boleh.”

Nomor bertukar. Percakapan berlanjut, awal yang sederhana dari sesuatu yang ternyata akan tumbuh jauh lebih besar.

 

Hingga suatu hari, obrolan ringan membawa mereka pada satu pertanyaan yang mengubah arah perjalanan.

“Kamu pernah naik gunung?”

“Belum… tapi pengen.”

Dan dari situlah cerita mereka berkembang. Dari ruang training yang penuh alat pemadam, ke perjalanan panjang menaklukkan puncak-puncak bersama. Mereka belajar berjalan bersama-melewati lelah, menghadapi ragu, dan tetap saling menguatkan. Seperti saat mendaki, mereka tahu kapan harus berhenti sejenak, dan kapan harus saling menggenggam untuk terus melangkah.

Waktu membawa mereka semakin jauh, tapi juga semakin dekat. Hingga akhirnya, mereka sampai di satu titik yang sama, bahwa perjalanan ini ingin mereka lanjutkan, bukan hanya sebagai dua orang yang bertemu secara tidak sengaja, tapi sebagai dua hati yang saling memilih. Kini, mereka bersiap memulai bab baru.

 

Dari sebuah momen sederhana, sebuah ponsel yang dititipkan pada orang asing, menjadi kisah tentang dua orang yang menemukan rumahnya satu sama lain. Dan kali ini, mereka tidak hanya berbagi cerita. Mereka akan menulis masa depan bersama.

Wedding Gift

Bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin mengirimkan hadiah pernikahan dapat melalui virtual account atau e-wallet di bawah ini:

708606770700

Tri Apriyanti

Copy

7035030476

Warsid Jamaludin

Copy

Kirim Hadiah

Nama Penerima : Tri Apriyanti

Nomor HP : 087837716099

Alamat Kirim Hadiah : Dk. Kalimangir RT 02/RW 03, Desa Lerepkebumen, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54393

Ucapkan Sesuatu

Berikan ucapan harapan dan do’a kepada kedua mempelai

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya, kami mengucapkan terima kasih.

Kami yang berbahagia,

Tri & Warsid

Made with ❤ by Wekita.id