11. 04. 2026
“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”
Matius 19:6
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i serta kerabat sekalian untuk menghadiri acara pernikahan kami:
Putra Keempat dari Bapak Yulius Manda
& Ibu Yohana Pagewang
Putri Ketujuh dari Bapak Lukas Tempo
& Ibu Dina
Kediaman Mempelai Wanita
Palawa (Tongkonan Mendedek)
Awal Bertemu
Tanggal 1 Januari 2018, di tanah Papua yang masih diselimuti sisa euforia tahun baru, semuanya bermula tanpa rencana.
Pagi itu, langit cerah setelah semalaman penuh kembang api. Di sebuah sudut kota, Senyum canggung itu jadi awal percakapan sederhana—tentang malam tahun baru, tentang resolusi yang bahkan belum sempat dibuat.
Kita tertawa, seolah sudah saling kenal lama. Padahal, hari itu adalah pertama kalinya kita saling menyebut nama.
Siapa sangka, dari pertemuan singkat di awal tahun itu, langkah kita justru berjalan ke arah yang sama. Dari obrolan ringan, jadi kebiasaan. Dari kebiasaan, jadi perasaan.
Dan sejak 1 Januari 2018 itu, Papua bukan cuma tempat—tapi jadi saksi awal cerita kita yang tak pernah direncanakan, tapi selalu ingin dipertahankan.
Lamaran
Dengan penuh rasa syukur, pada tanggal 11 Januari 2026, di hadapan kedua keluarga besar, kami melangkah ke tahap yang lebih serius dalam perjalanan cinta kami.
Momen ini menjadi awal dari niat baik kami untuk membangun masa depan bersama, dengan restu dan doa dari orang tua serta keluarga tercinta.
Semoga langkah ini menjadi awal yang indah, penuh berkah, dan membawa kami menuju ikatan yang lebih suci di masa yang akan datang.
Pernikahan
Dengan penuh syukur kepada Tuhan, kami menyadari bahwa pertemuan ini adalah bagian dari rencana-Nya.
Melalui perjalanan iman dan cinta, kami dipanggil untuk mengikrarkan janji suci dalam Sakramen Perkawinan pada 11 April 2026.
Kiranya Tuhan memberkati langkah kami untuk hidup setia, saling mengasihi, dan bertumbuh dalam kasih-Nya
Doa restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami, dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih, Anda dapat memberi kado secara cashless.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya,
kami mengucapkan terima kasih.